Gambaran Perbandingan Hasil Reaktif Metode ChLIA pada Pemeriksaan Duplo dan Ulang Kantong di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta 2019-2021
Latar belakang: tindakan transfusi bukan merupakan tindakan tanpa risiko. Berbagai risiko dapat terjadi termasuk salah satunya adalah risiko IMLTD. UDD PMI Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan ulang kantong terhadap sampel yang telah dinyatakan reaktif pada pemeriksaan duplo dengan metode pemeriksaan ChLIA dengan cara mengambil sampel dari selang kantong pendonor. Metode penelitian: kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan cara mengumpulkan data sekunder dari UDD PMI Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian: parameter HBsAg reaktif duplo sebanyak 3019 kasus, reaktif ulang kantong sebanyak 2911 kasus dan non reaktif sebanyak 108 kasus di UDD Provinsi PMI DKI Jakarta. Parameter HCV reaktif duplo 2099, reaktif ulang kantong sebanyak 1833 reaktif dan non reaktif sebanyak 266 kasus di UDD Provinsi PMI DKI Jakarta. Parameter HIV reaktif duplo 871, reaktif ulang kantong 788 reaktif dan non reaktif sebanyak 83 kasus di UDD Provinsi PMI DKI Jakarta. Parameter sifilis reaktif duplo 2323, reaktif ulang kantong 2034 kasus, non reaktif sebanyak 289 kasus di UDD Provinsi PMI DKI Jakarta. Kesimpulan: pemeriksaan ulang kantong efektif dilakukan dengan syarat OD pemeriksaan uji saring pertama dan metode duplo jaraknya tidak jauh.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Perbandingan Hasil Reaktif Metode ChLIA pada Pemeriksaan Duplo dan Ulang Kantong di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta 2019-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd